Host: Bang Bill
Channel: Bang Bill Offside
Tema: Kritik terhadap kinerja Prabowo yang dilakukan oleh Prof. Ferry Latuhihin sangat berlebihan dan terlihat ingin menyederhanakan masalah.
Video ini membahas kritik ekonom senior, Prof. Feri Latuihin, terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan kabinetnya. Berikut adalah poin-poin utama dari diskusi tersebut:
Kritik terhadap Kabinet: Prof. Feri mengkritik besarnya jumlah menteri dan wakil menteri (110 orang) yang dianggap sebagai pemborosan anggaran (0:15 – 1:40).
Kepuasan Publik vs. Kinerja Ekonomi: Meskipun survei SMRC menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo, narator berargumen bahwa hal ini tidak serta-merta membuktikan ekonomi gagal. Data semester 1 tahun 2026 justru menunjukkan pertumbuhan investasi yang signifikan sebesar 6,87% (4:30 – 6:50).
Program MBG & Koperasi Desa: Prof. Feri menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih bersifat konsumtif dan boros. Narator membantah hal ini dengan menjelaskan bahwa program tersebut memiliki efek berantai yang menyerap tenaga kerja (hingga 1,4 juta lapangan kerja) dan menggerakkan ekonomi domestik (8:05 – 15:55).
Universitas Republik Indonesia (URI): Narator sepakat bahwa pembentukan URI perlu dievaluasi kualitas dan urgensinya, namun tidak setuju jika kritik hanya didasarkan pada asumsi bahwa Indonesia sudah memiliki cukup banyak universitas (18:40 – 20:05).
Solusi Reshuffle: Prof. Feri menyarankan reshuffle kabinet agar diisi oleh teknokrat profesional. Narator menekankan bahwa profesionalisme tidak selalu bergantung pada gelar, dan hasil kerja nyata (seperti data investasi) harus menjadi tolok ukur utama keberhasilan kabinet (20:09 – 22:20).